Keluarga Sering Pindah Rumah, Anak Cenderung Hiperaktif

By  |  0 Comments

AA053068_family

Ketika alasan pekerjaan mengharuskan bunda dan sekeluarga untuk pindah rumah lebih dari sekali, maka sebaiknya cobalah untuk pertimbangkan lagi jika bunda memiliki anak di bawah usia lima tahun. Hal tersebut karena sebuah penelitian yang dilakukan di Cornell University Amerika Serikat telah menemukan sebuah fakta bahwa anak yang pindah rumah lebih dari tiga kali sebelum usia sekolah, maka dia akan berisiko mengalami gangguan konsentrasi, sering merasa cemas dan cenderung menjadi anak yang hiperaktif.

Seperti  dilansir Telegraph, penelitian ini dilakukan dengan cara melibatkan lebih dari tiga ribu keluarga yang berada di kota-kota besar diseluruh Amerika Serikat yang memiliki anak yang lahir antara tahun 1998 dan 2000. Semua itu bertujuan untuk mengungkap sebuah fakta bahwa anak yang terlalu sering berpindah rumah sampai sebanyak satu atau dua kali lebih akan cenderung memiliki beberapa masalah dalam kesehariannya terkait dengan psikologi dan perkembangannya. Dampak negatif ini terutama sangat menonjol pada keluarga dengan tingkat pendapatan yang sangat rendah.

Dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa orang yang pindah rumah sebanyak lebih dari tiga kali di masa kecil mereka atau saat usia dibawah lima tahun, mereka mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar untuk terlibat dalam penggunaan obat-obatan terlarang di usia antara 18 sampai 30 tahun.

Seorang psikolog anak dan keluarga Dr Sandra Wheatley dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa ketika anak mengalami banyak gangguan di kehidupan awal mereka atau fase perkembangan, maka mereka bisa saja akan tumbuh dengan perasaan cemas dan selalu merasa tidak aman sepanjang kehidupannya.

Seperti dilansir Telegraph, Dr Whaeatley mengatakan bahwa jika sebuah keluarga sering pindah rumah karena berbagai alasan, maka kebanyakan anak bisa berpikir mengapa orang tua mereka sering berpindah tempat dan kemungkinan adakah hubungan yang buruk antara orang tuanya dengan orang lain atau ada upaya melarikan diri dari masalah yang tengah dihadapi.

Sementara disisi lain, secara kontras dengan kondisi anak-anak yang berasal dari sebuah keluarganya menetap dan sudah memiliki rumah sendiri, mereka akan cenderung bisa ulet dan sudah mampu untuk mengatasi semua masalah mereka dengan baik. Dalam diri mereka juga timbul kemandirian dan rasa percaya diri yang tinggi. Mereka bisa lebih tenang dan nyaman dalam mengeksplorasi dan mencari pengetahuan baru yang mereka dapatkan dari lingkungannya.

Penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2010 itu juga telah menemukan fakta bahwa semakin sering orang pindah rumah di masa kanak-kanaknya, maka secara otomatis akan semakin besar juga kemungkinan mereka melaporkan kepuasan hidup yang lebih rendah dari biasanya, terlepas dari usia mereka sekarang, jenis kelamin mereka dan seberapa tinggi tingkat pendidikan mereka.
Gangguan Kejiwaan Anak Dari Keluarga Sering Pindah Rumah

BACA JUGA:

Ciri Umum Balita Bunda Mengalami Stress ( Part I )

Trik Jitu Menaklukan Balita Rewel Dan Pemarah